Sabtu, 25 Mei 2013

Setelah Purnama


Aku telah selesai membaca roman keempat
Tentang Purnama yang selalu menyahut dahaga
Juga dalam kehidupan beku
Meski musimmusim menemukan cemas
Dalam lembaran itu

Ketika Purnama menjelma wangi cendana,
Perjumpaan kita selalu menjadi helaihelai
Yang masih segar untuk bercumbu
            Dalam hangat kepalku
Pun sungai – sungai membutaku tak sungkan
            Walau sekejap
Aku masih ingin rebah di rindumu
Atau dalam ucap doadoa cinta
Untuk gelisah yang semakin ganjil.

Di sudut kota setelah purnama,
Masih tersisa jarak waktu
Yang menitipakn runcing hujan
Namun kasih tak selalu memutih
Tak selalu

Lalu sepi menjelmakan lagi
Sesal diri yang menjadi bayang
Di bawah sisa sinar purnama
Mempersempit segala ingkar
Kemudian tetap menunggu
Sampai purnama musim depan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar