Masihkah
angka menerjemahkan jarak waktu?
Yang
kau simpan rapat di tumpukan rak hitam
Berbau kertas debu
Seperti
apa penanggalan ruparupa
Menjadi
jejampi perempuan lajang
Sewaktu
manja mengelus malam
Kemudian
sarkasme menyatu
Menjadikanmu
sendiri
Serupa
subuh ditinggal bulan
Atau
pada meja kerja tanpa kopi
Teh hijau
Kembali
aku mengenang jarak waktu
Menelan
rindu
Menyajikan
santapan bulanmu
Bahkan
kue lilin telah siap
Kemarilah,
Akan
kuperkenalkan pada rasa
kurekatkan dirimu dengan jiwa
Dimana
ruh ku selalu menyusun seyummu
bermain bersama kisah pandora
Sekalai
lagi kukatakan pada waktu senada
Mendengar
nafas bertalu kencang
Bersama
sayup siaran radio
Kala
petang usai
Masihkan
kau membunuh rindu?
Ketika
kepala menjadi dua
Begitu
dengan hatiku
rasamu
Selalu
menjawab
:
karena waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar