Jumat, 17 Mei 2013

Jendela


 Pada setiap reruntuhan, aku mengepung rindu
Walau musim tak bertuan
Masih tersisa jejak yang belum tergerus
Setelah kulihat jendela – jendela dipinggir jalan
Mengajak menikmati plesiran orang
            yang hendak menuju pasar
Sangat pucat warnanya
Sebab angin selalu ingin mengantar debu
untuk melekat disetiap celah
                                    rongga jendela
Di jendela itu
Rasa menjadi ajal
Siapakah gerangan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar