Walau
senja selalu liar menyambut mimpi remaja
Aku
tetap memeluk kerinduan untukmu, Denpasar.
Bila
aku menemukan jejak yang tersimpan disetiap
Perempatanmu,
pasti sudah lepas rindu ini
Begitupula
catur muka menatap anggun
Pada
setiap jalan setapak
Mari,
kita menukar rindu
Persis
sewaktu kelahiran cerita dari purnamamu
Sungguh
terbias hidup yang mengupas darah
Menjadi
gelisah
Lagi
aku merindukanmu
Sudah
berjejer kisah setengah windu
Bahkan
aku lupa mencatatnya
Dalam
bangku sekolah
Aku
hanya asik menatapmu
Bersama
lelah yang tak lupa
Kau
titipkan di pundak buruh pasar badung
Dan
kembali aku memintamu
Mengulur
kerindangan musim
Di
setiap waktu
Untuk
aku merindukan
Bisikbisik
Yang
kau selalu dengar
Aku
merindukanmu
Jemput
aku, untuk kembali di abuabu tubuhmu
Denpasar
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar