Jumat, 10 Mei 2013

Denpasar, Aku Merindukanmu


Walau senja selalu liar menyambut mimpi remaja
Aku tetap memeluk kerinduan untukmu, Denpasar.

Bila aku menemukan jejak yang tersimpan disetiap
Perempatanmu, pasti sudah lepas rindu ini

Begitupula catur muka menatap anggun
Pada setiap jalan setapak

Mari, kita menukar rindu
Persis sewaktu kelahiran cerita dari purnamamu
Sungguh terbias hidup yang mengupas darah
Menjadi gelisah

Lagi aku merindukanmu
Sudah berjejer kisah setengah windu
Bahkan aku lupa mencatatnya
Dalam bangku sekolah
Aku hanya asik menatapmu
Bersama lelah yang tak lupa
Kau titipkan di pundak buruh pasar badung

Dan kembali aku memintamu
Mengulur kerindangan musim
Di setiap waktu
Untuk aku merindukan
Bisikbisik
Yang kau selalu dengar

Aku merindukanmu
Jemput aku, untuk kembali di abuabu tubuhmu
Denpasar .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar