Wajah yang bergurat sewaktu purnama,
Kembali
meniup api
menyibak sepi
Mengeliat
bersama kidungkidung
Mengulah
ruh jahat
Di
Sakenan,
Malam
kian memutih,
Sang
Hyang Jaran
Telah
mencium pemanggilannya
Kemudian
memilih raga
Getar
gemetar sekian kelebat waktu
Dan
ruhnya kembali mengisi kekosongan
Api
dinyalakan
Upacara
dirayakan
Dua
lelaki bermandi api
Menyebur
diri
Seperti
sukma Durga
Bermain
liar kudakuda rotan
Dengan
topeng kerdil dan pecut
Menari
riang, bersuara lantang
Menggulat
api
Yang
berkoar koar
Memanas
di betis lelaki jaran
Suaranya
mengepung langit
Yang
kian mengusir duka
Di
Sakenan,
Telah
bangkit kembali
Hyang
Jaran, Hyang Agung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar