Jumat, 01 April 2016

Wisuda, Bahagia, dan Cinta

Astungkara aku akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan sarjana. Tidak ada perayaan yang megah. Cukup cinta. Yap, cinta. Bagiku bahagia akan datang bila cinta benar-benar hadir ketika peristiwa penting tiba. Meraih gelar dan meraih cinta tidak mudah. Keduanya sama-sama tidak mudah. Bagaimana mudah? bila saat kita ingin mendapatkan gelar, penuh rintangan dan hambatan. Begitupun cinta. Ingin mendapat cinta dan kasih sayang, kamu harus mampu menjadikan diri pantas untuk dicintai.

Bagiku kehadiran cinta akan mengantarkanmu menuju bahagia yang sederhana. Cukup 'sederhana' setelah melewati beberapa kerumitan yang ada. Cinta kepada siapa saja. Keluarga, sahabat, kekasih ataupun binatang peliharaan.

Wisuda yang dimaknai sebagai hari kelulusan bagiku adalah hari mencapai bahagia bersama orang-orang yang kucintai dan mencintaiku. Apa yang lebih bahagia dari itu?

Doa tulus dari mereka adalah rasa yang tak pernah terbayangkan, tak pernah kubanyangkan.
Kita pun patut beryukur.
bersama Kaler Astika 
 

bersama sahabat (Gek Can, Putri, Ode)


 bersama keluarga 

Biarkan cinta menghampirimu, membahagiakanmu. 
 



Rabu, 12 Agustus 2015

Jembatan Senja

senja adalah jembatan bagi rindu kita yang tak pernah purna 

Senin, 02 Maret 2015

Sepotong Mimpi

Tengah hari kita selalu disibukan menceritakan hal yang kita tak ingin dengar. Kita sibuk bercerita tanpa tahu cerita itu benar adanya. Malam hari, saat jangkrik berselimut di sela rumput. Kau sibuk berkata kalau kau adalah mimpi. Mimpi yang datang saban malam. Au hanya ingin kau tahu kalau cara kerja mimpi tidak seperti cara bercerita. Mimpi tidak perlu dipikirkan benar atau tidaknya. Karena memang tidak benar terjadi. Maka tidak perlu mimpi yang terlalu lama. Cukup beberapa menit. Cukup sepotong.

Selasa, 20 Januari 2015

perpisahan kita dirayakan semesta !


bulan mati itu penuh bisa. menyengat menyakitkan. dan di sana pertemuan kita dikubur gelap. dilumuri barisan hujan yang berayun, membawa kenangan kita terhempas sejauhjauhnya.

Rabu, 17 Desember 2014

bagaimana cara Tuhan bekerja untuk kita?

ini semua hadiah Tuhan. bukan atas usahaku, melainkan usahaNya memberiku hadiah. Tuhan yang aku kenal tidak begitu dekat dengan susah payah, peluh keringat, meyakiniku bahwa Ia sayang dan peduli. hadiah ini mungkin tanda kasih Tuhan, atas ketidakmampuanku menghafal mantram sesuatu berdoa. hah, Tuhan yang kini aku kenal begitu adil, bijak, dan selalu ada saat yang tepat (saat saya keserempet deadline). Mungkin Tuhanku, Tuhanmu, sedang berdiskusi bagaimana mereka memberimu kejutan di luar batas usaha. Yah, mencintai Tuhan tidak perlu berlebih. cukup kasih tulus yang paling jujur.

selamat Tuhan, saya telah kembali, ke jalan yang Kau sebut kehidupan.

life is about respect your self to healthy and happy !


Minggu, 14 Desember 2014

hidup dan puisi

jangan sampai aku hanya hidup dalam puisimu
dalam kenangan yang dilumat kata-kata
sedang dalam nyata
kau pura-pura ada

jangan sampai aku hanya hidup dalam kemungkinan
dalam setiap hitungan yang diikat rumus mimpi
sedang sejujurnya
kau benar-benar tidak peduli apa

pura-pura hanya untuk rasa cemburu
hanya untuk main petak umpet


sedangkan kau selalu menghidupi puisiku
selalu jadi metafora dan pragmatik
dalam himpunan batinku
hingga seluruh cinta lahir
jadi puisi-puisi yang siap disantap penyair tua
menebak bagaimana cinta kita berkerja
menerka kebenaran puisi
dan menuduh kita adalah cinta yang tidak mungkin

yaya. tidak mungkin.
ini semacam mimpi saja. toh siapa peduli dengan usia cinta, kalau akhirnya hanya "memang begitu"