Senin, 02 Maret 2015

Sepotong Mimpi

Tengah hari kita selalu disibukan menceritakan hal yang kita tak ingin dengar. Kita sibuk bercerita tanpa tahu cerita itu benar adanya. Malam hari, saat jangkrik berselimut di sela rumput. Kau sibuk berkata kalau kau adalah mimpi. Mimpi yang datang saban malam. Au hanya ingin kau tahu kalau cara kerja mimpi tidak seperti cara bercerita. Mimpi tidak perlu dipikirkan benar atau tidaknya. Karena memang tidak benar terjadi. Maka tidak perlu mimpi yang terlalu lama. Cukup beberapa menit. Cukup sepotong.