Selasa, 01 Januari 2013

Limun Sarsaparilla

Adakah minuman segar untuk ku teguk?
Aku hanya ingin berangan
Meminum segelas bir bersama mu
Menyilangkan tangan dan meneguk nya perlahan

Adakah gilingan tembakau untuk ku cecap?
Aku hanya ingin bergurau
Menyesap racun bersama mu
Mengepulkan asap dan terbang, lemuh gemulai

Adakah cerita kita untuk tersiar?
Aku hanya ingin mereka tahu
Mendengar ikar kita
Menjadi saksi dan bukti, kita ada

Sayang,
hanya angan
Yah, aku perlu
Seteguk. Limun Sarsaparilla lagi,
Mungkin ini terakhir, atau tidak sama sekali

Menanti Sejuk : November 2012



                Serta November sudah menyapa
                Mungkin hanya sesaat ku kecap
                Berikan sepercik rintik hujan
                                Di teras ku, juga pada halaman ku
                Membasahi paping keras, panas.
                Serta ku cium wangi hujan menyiram debu
                Sungguh indah terbayang. Sejuk.
                Awal November memang selalu ngilu
                Penanggalan tanpa jeda
                Mengharuskan kan ku menunggu hujan
                                Sampai hilang sesak,
menyeret batin menari bersamanya
                Terasku tidak basah. Debu itu tidak kalah
                Aroma nya tak sampai bulu hidung
                Akh, Nopember belum bisa
Belum bisa. Mendatangkan hujan dan sejuk

TANDUS


            Ayo panggil saja sesuka hatimu. Sebut apa pun yang ingin kau katakan. Bila perlu hempaskan beberapa kitab untuk kau memujaku. Ketika waktu berdenting, ku harap memang pantas waktu mengusir mu. Memuntahkan segala bisu dan semu yang merembet sesak. Berapa kata kau tanamkan ? masih belum bisa menyuburkan tanah lapang hati yang menjadi gersang pada sela pohon jati. Tandus. Kata – kata mu tak berarti. Kosong. Sudikiranya kau menaruh bibit kembali? Atau kau bisa mencangkul beberapa petak dengan sudut sama. Memang kau sesuka hati menyebelih pikiran. Bahkah kau pun tak tau darah ini sudah tercecer dilantai dasar. Tandus memang, kosong pula.

TUNGKU

Tungku 4

Hitam memang, dan berwarna kuning pekat
Bekas memasak pepes malam kemarin
Rupanya masih terasa hangat
Serta tetap tercium aroma pindang
yang habis di curi kucing belang
sangat sayang bila aroma ini terganti
dengan pizza atau pasta
akh, ku tetap suka bau ini
tidak tega ku membersihkannya dengan detergen
atau mengusap nodanya yang penuh kuman itu
dengan lap
aku suka segala yang di hadiahkannya
menjadikan perut ku kenyang
kerja pun tuntas
namun, aku tetap tidak suka
pizza dan pasta
menjadi raja
di atas tungku tua
yang semakin hari semakin merana

















TUNGKU

Tungku 3

Aku ingin mengiris bawang
Beberapa siungnya cocok dijadikan penyedap
Aku ingin mencingcang daging
Barangkali hanya di bagian tertentu
Aku ingin menghaluskan bumbu
Bilamana rasanya kurang
Aku ingin mendengar percikan minyak panas
Benar – benar ingin
Karena aku tidak mampu melihatnya
Aku tak ingin bawang ku pengah
Aku tak ingin daging cingcang ku hambar
Aku tak ingin bumbu ku pedas
Aku pun tak ingin memasak di tungku ini
Sebab, percikan minyak panas nya belum ku dengar
















TUNGKU

Tungku 2

Bibir dapur memucat
Asap api silih berganti mengepul meliuk
Dengan bebas dia menari, berkumpul dan sesak
Perut saya sudah berbunyi
Tapi waktu belum cukup
Ikan teri yang ku tenggelamkan di minyak
Ah… ia meraung padaku
Aku tidak peduli
Cepatlah cacing ku sudah berdendang
Ikan teri, masih enggan menolong ku
Cepat – cepat usus ku melilit
Ikan teri belum juga matang
Cepatlah!
Cepat!
Nyalakan api nya








TUNGKU


Tungku  1

Subuh kah ini? Yang menganga pada bibir pagi
Gerung kendaraan terdengar melambai
Menimpali embun mengelus dedali
Hendak mengikuti ritme pagi      
Rumput – rumput silih berganti menggoda       
Berdendang dan berdansa
Taman depan kos ku juga telah disiram
Halamannya berkali kali dibersihkan
Sampai lupa bila baras sedang ditanak
Lalu bergegas menuju tungku api
Hah, memang sial.
Aku gagal memasak beras



Bali Post 13 Januari 2013











SATU JANUARI :) BERGELUT MENUAI RASA DAN RAHASIA :)

- @wulansaraswati