Tungku
2
Bibir
dapur memucat
Asap
api silih berganti mengepul meliuk
Dengan
bebas dia menari, berkumpul dan sesak
Perut
saya sudah berbunyi
Tapi
waktu belum cukup
Ikan
teri yang ku tenggelamkan di minyak
Ah…
ia meraung padaku
Aku
tidak peduli
Cepatlah
cacing ku sudah berdendang
Ikan
teri, masih enggan menolong ku
Cepat
– cepat usus ku melilit
Ikan
teri belum juga matang
Cepatlah!
Cepat!
Nyalakan
api nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar