Ayo panggil saja sesuka hatimu.
Sebut apa pun yang ingin kau katakan. Bila perlu hempaskan beberapa kitab untuk
kau memujaku. Ketika waktu berdenting, ku harap memang pantas waktu mengusir
mu. Memuntahkan segala bisu dan semu yang merembet sesak. Berapa kata kau
tanamkan ? masih belum bisa menyuburkan tanah lapang hati yang menjadi gersang
pada sela pohon jati. Tandus. Kata – kata mu tak berarti. Kosong. Sudikiranya
kau menaruh bibit kembali? Atau kau bisa mencangkul beberapa petak dengan sudut
sama. Memang kau sesuka hati menyebelih pikiran. Bahkah kau pun tak tau darah
ini sudah tercecer dilantai dasar. Tandus memang, kosong pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar