Selasa, 01 Januari 2013

TANDUS


            Ayo panggil saja sesuka hatimu. Sebut apa pun yang ingin kau katakan. Bila perlu hempaskan beberapa kitab untuk kau memujaku. Ketika waktu berdenting, ku harap memang pantas waktu mengusir mu. Memuntahkan segala bisu dan semu yang merembet sesak. Berapa kata kau tanamkan ? masih belum bisa menyuburkan tanah lapang hati yang menjadi gersang pada sela pohon jati. Tandus. Kata – kata mu tak berarti. Kosong. Sudikiranya kau menaruh bibit kembali? Atau kau bisa mencangkul beberapa petak dengan sudut sama. Memang kau sesuka hati menyebelih pikiran. Bahkah kau pun tak tau darah ini sudah tercecer dilantai dasar. Tandus memang, kosong pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar