Minggu, 14 Desember 2014

hidup dan puisi

jangan sampai aku hanya hidup dalam puisimu
dalam kenangan yang dilumat kata-kata
sedang dalam nyata
kau pura-pura ada

jangan sampai aku hanya hidup dalam kemungkinan
dalam setiap hitungan yang diikat rumus mimpi
sedang sejujurnya
kau benar-benar tidak peduli apa

pura-pura hanya untuk rasa cemburu
hanya untuk main petak umpet


sedangkan kau selalu menghidupi puisiku
selalu jadi metafora dan pragmatik
dalam himpunan batinku
hingga seluruh cinta lahir
jadi puisi-puisi yang siap disantap penyair tua
menebak bagaimana cinta kita berkerja
menerka kebenaran puisi
dan menuduh kita adalah cinta yang tidak mungkin

yaya. tidak mungkin.
ini semacam mimpi saja. toh siapa peduli dengan usia cinta, kalau akhirnya hanya "memang begitu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar