Dari matamu terurai kelopak mawar
putih tua
yang
melepas wangi hutan
sebelum
nafas menjadi benang pagi
untuk
beberapa kumbang
di
halaman, rambut ikalmu
menjadi
layang layang
yang
asik kau mainkan sendiri
tak
peduli membangunkan ulat merah
atau semut injin
jika
sewaktu waktu layangan itu lelah,
dengan
rela kau mencuri angin
menjadikan
sejuk kembali
begitulah
penantian,
adalah dongeng
kelak,
kau gugurkan lagi matahari
dari
rahim yang menjerat warnamu
menjadi
permata dalam darah
yang
semakin teduh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar