Sabtu, 13 Desember 2014

Bahkan lapar jadi penawar rindu. Maka bahagialah. Setiap lapar punya rindunya, punya bahagianya. Kalau saja cinta adalah sajian, tentu tidak perlu lapar. Tapi tak ada bahagia tanpa air mata, tak ada cinta tanpa lapar. Maka, pupuklah lapar agar cinta dapat kau santap melebihi rindumu yang kian melaut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar