Sabtu, 25 Mei 2013

Perempuan Berwangi Cendana


Tidak kutemukan kecemasan disetiap senyum
Dan di sudut mungil tubuh langsat itu
Dalam dalam angin menerbangkan wangi cendana
Dari bahasamu 
Mungkin ini pertemuan kesekian
Setelah aku puas mengeja syairsyairmu
Kemudian perahu kertas yang kau simpan rapi
Dalam dongengdongeng tetap menjadi rasa
            Abdi yang mengucapkan segala mimpi
            Tetap lahir
Telah kukemas suara semalam
untuk mendekat diamdiam
begitupula catatan rindu tak sempat aku tulis
hanya demi menghirup wangi yang sederhana

Biarlah senjasenja terlewati begitu saja
Aku tetap hanya ingin memberitahu
Segala pesona yang melekuk warna satu
Dalam hitam putih : angun
Kemudian demi mata merpati itu
Kuyakin segala lelaki pasti menyahut
Cinta yang disebar dalam penungguan.
Maka angin saling menyilangkan ingatan
Untuk  kita meneguk secangkir kopi
Bersama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar