Tidak
kutemukan kecemasan disetiap senyum
Dan
di sudut mungil tubuh langsat itu
Dalam
dalam angin menerbangkan wangi cendana
Dari
bahasamu
Mungkin
ini pertemuan kesekian
Setelah
aku puas mengeja syairsyairmu
Kemudian
perahu kertas yang kau simpan rapi
Dalam
dongengdongeng tetap menjadi rasa
Abdi yang mengucapkan segala mimpi
Tetap lahir
Telah
kukemas suara semalam
untuk
mendekat diamdiam
begitupula
catatan rindu tak sempat aku tulis
hanya
demi menghirup wangi yang sederhana
Biarlah
senjasenja terlewati begitu saja
Aku
tetap hanya ingin memberitahu
Segala
pesona yang melekuk warna satu
Dalam
hitam putih : angun
Kemudian
demi mata merpati itu
Kuyakin
segala lelaki pasti menyahut
Cinta
yang disebar dalam penungguan.
Maka
angin saling menyilangkan ingatan
Untuk kita meneguk secangkir kopi
Bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar