Ia
sudah memutih, Sayang.
Bahkan
sewaktu kau tetap menunggunya.
Ia
sudah kembali, Sayang.
Sewaktu
luka itu menggulingkannya.
Ia
sudah merindukanmu, Sayang.
Bahkan
ini tahun keseribu untuk menghadirkanmu.
Sudah
digapai.
Tapi,
belum sempat aku bawa.
Sudahlah,
Sayang.
Rindu
hanya mampu menjadi seribu
Bila
kau berhenti menggapainya.
Dan
merayunya.
Sudahlah,
Sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar