Aku
menyentuhmu bersama wangi padi
Mengusap
lelah rindu di balik bukit
Kau
masih belum kehilangan bentuk
Wajah
yang menghijau masih segar
Untukku
peluk
Dari
Karangasem
Aku
ingin melupakan desah yang kau sulam
Melepas
gelisah bersama kekar Gunung Agung
Aku
susul bahagiaku di pesisir kelok jalanan
Ah,
rindu terlalu pekat
Dan
kembali aku tak mampu
Bahkan
sewaktu desir angin
Yang
berbisik di sela pohon aren
Aku
masih sempat meruatmu
Dalam
gerah yang setia melekat
Aku
bayangkan
Tirta
Gangga mengguyur kesedihan
Dan
Taman Ujung menyatukan hampa
Dari
setiap sudut desa
Kita
sudah selesai menatap pagi
Kemudian
tetap tak kunjung berkabar
Mungkin
asmara sudah menetas
Bersama
ketupatketupat yang kita santap
Dengan
pedas
Tak
ada manis
Dan
asin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar