Jumat, 10 Mei 2013

Dari Karangasem

 
Aku menyentuhmu bersama wangi padi
Mengusap lelah rindu di balik bukit
Kau masih belum kehilangan bentuk
Wajah yang menghijau masih segar
Untukku peluk

Dari Karangasem
Aku ingin melupakan desah yang kau sulam
Melepas gelisah bersama kekar Gunung Agung
Aku susul bahagiaku di pesisir kelok jalanan
Ah, rindu terlalu pekat

Dan kembali aku tak mampu
Bahkan sewaktu desir angin
Yang berbisik di sela pohon aren
Aku masih sempat meruatmu
Dalam gerah yang setia melekat

Aku bayangkan
Tirta Gangga mengguyur kesedihan
Dan Taman Ujung menyatukan hampa
Dari setiap sudut desa

Kita sudah selesai menatap pagi
Kemudian tetap tak kunjung berkabar
Mungkin asmara sudah menetas
Bersama ketupatketupat yang kita santap
Dengan pedas
Tak ada manis
Dan asin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar