Malam ini, seorang teman bertanya padaku "Lan, aku merasa kamu mencari aku dan Putri (temanku lagi) di saat susah saja. Aku ngerasa gitu." Begitulah pesan singkatnya padaku. Yah walau takku ketahui pasti bagaimana ekspresinya, tapi dari susunan katanya terlihat dia begitu kecewa. Oke tangguhkah dulu komentar pedas teman saya.
Susah. Begitulah orang - orang menyebutnya. Susah tak berarti apa tanpa gelisah. Gelisah sahsah sajalah ya.. bagi mereka yang tak memiliki kebahagiaan. Baiklah saya pertegas lagi, yang "TAK MEMILIKI KEBAHAGIAAN" - tiga kata kasar bagi si pecinta kedamaian. Ah.. aku selalu berpikir bahwa kebahgiaan hanya untuk orang yang sudah mendapatkan tujuan hidupnya. Semisal sudah punya pacar. Lah aku? hanya jomblo blusukan yang selalu menjadi orang ketiga. Syukur orang ketiga, bukan ke 9 #eh. Hahhaa.. kembali lagi. Menurut kalian apa bahagia itu? aku sangat bahagia ketika memiliki samsung galaxy tab 2. Aku bahagia saat membeli kfc di Singaraja. Dan aku bahagia ketika aku bisa tertawa. Sederhana.
Bahagia itu sederhana. Tapi tak bisa sesederhana kita memaknai kata "Bahagia" itu. Bahagia untuk sebagian orang adalah halhal yang sangat fenomenal. Bahkan airmata turut berpartisipasi merayakannya. Kalau begitu sama saja dengan gelisah. Hal yang dikatakan gelisah itu sampai airmata turut termehekmehek. Kesimpulan, bahagia itu sesederhana gelisah. Sesederhana mengeluarkan airmata.
Aku tak pengerti dengan kata temanku (yang lain) dia selalu menjugde "Kamu selalu sibuk" oke aku sibuk. Tapi kita perlu telaah secara mendalam. Aku melakukan kegiatan seperti mahasiswa pada umumnya. Dan aku mulai tahu cara menyibukan diri, ah msdku cara agar "merasa sibuk" dan "merasa senang". Aku sudah berusaha membagi waktu untuk teman, keluarga dan galaugalauku. Tetap saja tak sebanding. Eh tapitapi sibuk pasti ada sebabnya kan?
Oke mereka menjugde bgtu. Tak apa. Tapi? setiap aku sudah meluangkan waktu.. mereka kemna? ah.. rupanya mereka juga sibuk. Jadi? - semua sibuk !
akh! semua sibuk.
terus? bagaimana gelisahku?
mereka hanya tidak menyadari, akupun juga dicari dalam keadaan begitu. Karena dalam keadaan itulah aku bisa mencari alasan untuk bertemu mereka. Just it :)
Susah. Begitulah orang - orang menyebutnya. Susah tak berarti apa tanpa gelisah. Gelisah sahsah sajalah ya.. bagi mereka yang tak memiliki kebahagiaan. Baiklah saya pertegas lagi, yang "TAK MEMILIKI KEBAHAGIAAN" - tiga kata kasar bagi si pecinta kedamaian. Ah.. aku selalu berpikir bahwa kebahgiaan hanya untuk orang yang sudah mendapatkan tujuan hidupnya. Semisal sudah punya pacar. Lah aku? hanya jomblo blusukan yang selalu menjadi orang ketiga. Syukur orang ketiga, bukan ke 9 #eh. Hahhaa.. kembali lagi. Menurut kalian apa bahagia itu? aku sangat bahagia ketika memiliki samsung galaxy tab 2. Aku bahagia saat membeli kfc di Singaraja. Dan aku bahagia ketika aku bisa tertawa. Sederhana.
Bahagia itu sederhana. Tapi tak bisa sesederhana kita memaknai kata "Bahagia" itu. Bahagia untuk sebagian orang adalah halhal yang sangat fenomenal. Bahkan airmata turut berpartisipasi merayakannya. Kalau begitu sama saja dengan gelisah. Hal yang dikatakan gelisah itu sampai airmata turut termehekmehek. Kesimpulan, bahagia itu sesederhana gelisah. Sesederhana mengeluarkan airmata.
Aku tak pengerti dengan kata temanku (yang lain) dia selalu menjugde "Kamu selalu sibuk" oke aku sibuk. Tapi kita perlu telaah secara mendalam. Aku melakukan kegiatan seperti mahasiswa pada umumnya. Dan aku mulai tahu cara menyibukan diri, ah msdku cara agar "merasa sibuk" dan "merasa senang". Aku sudah berusaha membagi waktu untuk teman, keluarga dan galaugalauku. Tetap saja tak sebanding. Eh tapitapi sibuk pasti ada sebabnya kan?
Oke mereka menjugde bgtu. Tak apa. Tapi? setiap aku sudah meluangkan waktu.. mereka kemna? ah.. rupanya mereka juga sibuk. Jadi? - semua sibuk !
akh! semua sibuk.
terus? bagaimana gelisahku?
mereka hanya tidak menyadari, akupun juga dicari dalam keadaan begitu. Karena dalam keadaan itulah aku bisa mencari alasan untuk bertemu mereka. Just it :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar