Jumat, 17 Mei 2013

Asmara Bulan dan Burung Walet


:  untuk sepasang pekasih yang tengah merindu


Sudah tenggelam rindu
    ketika bayang meluncur
dengan diam

Kemudian percakapan kembali miring.
Entah sebening apa Tulip Putih
    menyusun dialog setengah redup
tertawa di teras cintanya
ah.. siapakah yang tengah berbagi rindu?

        Ada yang menukik dibentang layanglayangmu, Sayang.
        - desah Bulan.

Bibir pucat itu menyentuh pelan,
lebih pelan dari beruk mencuri mentimun.


       Pastikan itu kamu, hanya binarmu yang mampu aku peluk. Kau lebih kucinta,
       mari hinggap di sarangku.
       - sahut Burung Walet.

Demikian musim cinta melupuhkan rindu
Juga memandang dengan kata
Terasa sempit

Namun, tetap...
Bulan hanya separuh hari
separuh nafas untuk mimpi
dan asmara kembali menjadi rindu di bulan Mei



Tidak ada komentar:

Posting Komentar