: untuk sepasang pekasih yang tengah merindu
Sudah tenggelam rindu
ketika bayang
meluncur
dengan diam
Kemudian percakapan kembali miring.
Entah sebening apa Tulip Putih
menyusun dialog
setengah redup
tertawa di teras cintanya
ah.. siapakah yang tengah berbagi
rindu?
Ada yang menukik dibentang
layanglayangmu, Sayang.
- desah Bulan.
Bibir pucat itu menyentuh pelan,
lebih pelan dari beruk mencuri
mentimun.
Pastikan itu kamu, hanya binarmu
yang mampu aku peluk. Kau lebih kucinta,
mari hinggap di sarangku.
- sahut
Burung Walet.
Demikian musim cinta melupuhkan
rindu
Juga memandang dengan kata
Terasa sempit
Namun, tetap...
Bulan hanya separuh hari
separuh nafas untuk mimpi
dan asmara kembali menjadi rindu di
bulan Mei
Tidak ada komentar:
Posting Komentar