Untuk sebuah pesta demokrasi
Kami menjinjit menerjang gelungan badai
Mengaduh pada teduh
Kami bersuara, kepada jalak bali selanjutnya
Kepakan sayap kau hembaskan
Adalah ruang depan muka
Jalak berkibar
Bali berkabar
Kabar kabar baik
Kabar ia menjadi suputra
Dan di jujung rakyat
Bali dwipa jaya
Kami titipkan butir embun dalam harap
Hingga kau menjadi
Aktor dalam sandiwara : hidup kehidupan
Kami Memilih kresna bagi kurusetra
Serta melahirkan burungburung
Terbang menuai benih darma
Kursi sudah tersedia
Hanya kau yang akan menghiasnya
Menjadi kursi tua ataukah sebuah singgasana raja
Kami.kami. ingat kami. Kami. Kami. Akan mengabdi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar