Minggu, 23 Desember 2012

Bus Trans

Saat inilah
Detik dimana pertarungan bermula
Diantara kilometer lempang
Dari timur sampai barat
Menyemaikan kerinduan
Bangkubangku hijau tua
Sekali waktu penjual tahu melintasi ilusi
Begitu pula pendagang mie instan
Mereka melahap sepi

Kembali kubertarung,
Kali ini dengan melirik kaca berembun
Teringat terang ketika menulis namamu
Pada bis trans yang lalu,
Sampai terdesak tawamu membaca
Saat itu kau masih memelukku

Sekali lagi kubertarung
Lengkap dengan rudal besi
Senapan panjang, pistol
Bahkan metanol
Kau mengajakku menirukan bunyibunyi gundah
Menyisingkan lengan baju
Memaksa berkoloni dengan bangkubangku
Rupanya kau sudah berjarak
Dengan sandaranku.

Bus trans kembali melaju

Tidak ada komentar:

Posting Komentar