Sewaktu udara malu membungkus waktu
Cemara
tidak berguguran
Persis ketika perempuan memanggil hangat
Cemara
rapat hampiri luka gemetar
Semusim
lalu ataukah saat ini
Ketika
bulan penuh
Serta
kabut malam menyusui kota
Cemara
merupa tiang radar
Mencengkram
gaung serigala
Meredam
petir
Tidak
sempat mengeluh,
Ranting
tajam sudah panas ruah
Melingkar
lampu Desember
Diujung
harap
Dibatas
kereta rusa
Dan
pecut surga
Cemara
serta mananti
Menyapu
lirih rindu dengan kawan
Bahkan
ia mampu menjelma lelaki
Yang
tak bermusim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar