Kamis, 14 Maret 2013

Lelaki Cemara


Sewaktu udara malu membungkus waktu
Cemara tidak berguguran
 Persis ketika perempuan memanggil hangat
Cemara rapat hampiri luka gemetar

Semusim lalu ataukah saat ini
Ketika bulan penuh
Serta kabut malam menyusui kota
Cemara merupa tiang radar
Mencengkram gaung serigala
Meredam petir

Tidak sempat mengeluh,
Ranting tajam sudah panas ruah
Melingkar lampu Desember
Diujung harap
Dibatas kereta rusa
Dan pecut surga

Cemara serta mananti
Menyapu lirih rindu dengan kawan
Bahkan ia mampu menjelma lelaki
Yang tak bermusim



Tidak ada komentar:

Posting Komentar